Bertani Nilam, Cara Kades Bangga Rema Hindari Keramaian Cegah corona

Redaksi LFnews

 

KONUT – Kepala Desa (Kades) Bangga Rema Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara (Konut), Lisnawati menghindari keramaian selama Pandemi dengan cara bertani Nilam di kebun sebagai upaya mencegah terjangkitnya virus corona (COVID-19).

banner 728x250

Untuk itu, Lisnawati mengajak sekaligus memberikan motivasi kepada seluruh warganya serta elemen masyarakat untuk menanam Nilam ditengah pandemik COVID 19.

” Corona itu di kota dan di tempat-tempat keramaian, maka hindarilah keramaian itu demi keselamatan diri , keselamatan keluarga, handai tolan dan orang lain. Untuk itu saya mengajak warga saya untuk bertani Nilam, ” kata Lisnawati saat dikonfirmasi, Senin, 11/01/2021.

Baca juga -->  Kedepan, Kades Lameoru Konut Bakal Mengadakan Ambulance Desa

Menurut lisrawati yang membuat dirinya tertarik mengajak masyarakatnya untuk membudidayakan tanam nilam karena Nilam termasuk salah satu tanaman yang tergolong jangka pendek yang bisah menopang perkenomian masyarakat ditengah Pandemik COVID 19.

Dijelaskan, bahwa tanaman Nilam adalah tanaman yang sangat mudah dalam perawatannya.

” Saya telah menanam Nilam kurang lebih dua hektar dan alhamndullilah ini akan jadi kebun percontohan khususnya masyarakat bangga rema, “ujar Lisnawati.

Lanjut Lisnati, mengatakan bahwa pihaknya baru saja melakuan Musyawarah Desa (Musdes) beberpa hari yang lulu.Adapun usulan masyarakat yakni lebih memprioritaskan pemberdayaan yang mengarah pada sektor pertanian dan perkebunan untuk pembudidayaan tanaman Nilam .

Baca juga -->  Jaga Kebersihan Pada Masa Pandemi, Pemdes Taipa Lakukan Kerja Bakti

” Jadi, setelah masyarakat menanam maka yang harus pemdes lakukan adalah memikirkan untuk pengadaan penyulingan Nilam agar hasil panen petani mudah untuk disuling, ” terangnya.

Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakatnya agar bertani Nilam karna kultur tanah yang cocok dan potensi juga untuk menunjang perekonomian ditengah Pandemik Covid-19.

” Semoga pandemik Covid-19 segera berakhir agar kegiatan masyarakat tidak dibatasi untuk berinteraksi, ” harapnya.

Laporan : Johan

Editor     : Erlik

WARTAWAN