oleh

BLT gelombang ke 2, nominal 300 ribu kembali disalurkan Pemdes Lalobao.

Faktapembertakorupsi, ANDOOLO – Memasuki masa New Normal, Pemerintah Desa ( Pemdes ) Lalobao, Kec. Andoolo, Kab. Konawe Selatan, Prov. Sulawesi Tenggara ( Sultra ), kembali menyalur Dana Bantuan Langsung Tunai ( BLT ), yang nominalnya sebesar 300.000/kepala keluarga, sebagai bentuk tindakan penanganan atas dampak yang ditimbulkan oleh Pandemi Covid 19 saat ini, juga dalam rangka melaksanakan perintah langsung Presiden RI melalu peraturan menteri keuangan. Selasa 11 Agustus 2020.

Hal ini disampaikan oleh Sekdes Lalobao, Aspiati, S.Sos.i, di Kediamannya, mengatakan bahwa”Pemerintah Desa Lalobao telah usai melaksanakan penyaluran Dana Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) gelombang ke 2, yang nominalnya sebesar 300/kepala keluarga, dan pada penyaluran gelombang kedua ini merupakan penyaluran pertama”, katanya.

“Penyaluran ini merupakan tindakan dalam rangka penanggulangan akibat dampak Pandemi Covid 19 yang ditimbulkan, juga sebagai bentuk melaksanakan pemulihan ekonomi akibat Pandemi”, ucap Sekdes.

Baca juga -->  Pemdes Lambakara Helat Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Pada 80 KPM

Dalam penyaluran ini, sambung Sekdes, merupakan kegiatan awal dalam melaksanakan New Normal atau kebiasa baru, yang dalam agenda ini dihadiri dan disaksikan langsung oleh Camat Andoolo, Makmur Silondae, S. Si, Kades Lalobao, Paijo, S.sos, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Tim Covid gugus tugas Desa Lalobao serta seluru Kepala Keluarga ( KK ) penerimah, terangnya.

Bahwa dalam penyaluran BLT, tambah Dia, tetap melaksanakan protokol kesehatan, sehingga seluruh yang hadir dalam penyaluran diwajibkan menggunakan Masker dan jaga jarak, dimana waktu penyaluran tepat pada Hari Jum,at 7 Agustus 2020, sekira pukul 09.00 wita hingga usai. Adapun jumlah kepala keluarga penerimah BLT Dana Desa sebanyak 79, yang telah lolos feririvikasi berdasarkan kriteria, urainya.

Baca juga -->  Wakil Bupati II Lsm Lira Konsel Mengecam Keras Kades Landipo Adanya Dugaan Sistem Roda Pemerintahannya Melibatkan Saudara Kandungnya Sebagai Kaur

Sedangkan Dana penanggulangan Covid Desa Lalobao sebesar sepuluh juta tiga ratus ribu rupiah, yang dialokasikan pada pengadaan Masker sebanyak tiga ratus lima puluh ( 350 ) lembar, yang telah usai penyalurannya pada Warga, pengadaan tempat cuci tangan yang ditempatkan di Balai Desa, pengadaan Baleho posko Covid gugus tugas serta pengadaan bahan – bahan dan penyemprotan disinfektan pada rumah – rumah Warga, yang dilakukan sekali dalam seminggu, sebagai bentuk antisipasi dalam memutus rantai Pandemi Covid 19, jelas Aspiati.

Ditempat yang sama, ketua Tim Pelaksana Kegiatan ( TPK ) Desa Lalobao mengatakan bahwa” selain anggaran Dana Desa yang telah dialokasikan pada penyaluran Dana Bantuan Langsung Tunai ( BLT ), pengadaan tempat Cuci Tangan, pengadaan Baleho Posko gugus tugas Covid, pengadaan Masker, dan juga pengadaan Bahan penyemprotan disinfektan, juga dialokasikan pada pembangunan Gedung Posyandu satu unit”, ucap Usman Gane.

Baca juga -->  Wisata Kuliner Dikonsel Hancur Terbengkalai, Andi Akrim  Pembangunan UKM Tidak Ada  Asas Manfaat.

“Proses pelaksanaan pembangunan gedung tersebut sudah memasuki tiga Minggu sekarang atau sekira 17 hari, dengan ukuran bangunan sebesar enam kali Delapan meter, dengan alokasi anggaran sebanyak Rp. 183.100.000.00, yang dilaksanakan berdasarkan padat karia tunai”, jelas Ketua TPK.

Jika cuaca bersahabat, tambahnya, mungkin sebulan dari sekarang akan rampung pembangunannya, untuk para pekerja tidak dibatasi, dibuka ruang bagi yang bersedia bekerja dari Masyarakat Desa Lalobao, serta upah untuk tukang sebesar Rp. 110.000 dan buru sebesar Rp. 90.000 berdasarkan RAB, tutup Usman Gane. ( Akbar )

WARTAWAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.