Di Duga Tidak Sesuai RAB, Pekerjaan Sorga Desa Koeono Dana Desa ( DD) Menyebrang Tahun.

Konawe Selatan, faktapemberitakorupsi.com. Pembangunan Sarana Olahraga (SORGA) Desa Koeono Kecamatan Palangga selatan, Kabupaten konawe selatan, provinsi Sulawesi Tenggara hingga kini masih dalam tahapan pekerjaan meski telah menyebrang di Tahun 2020.

Pantauan awak media faktapemberitakorupsi.com hingga memasuki awal bulan pebruari 2020 proses pekerjaannya diperkirakan baru mencapai 70 persen,sedangkan proses pencairan dana desa tahap satu tahun 2020 tidak lama lagi cair.

banner 728x250

Di ketahui pembangunan Sarana Olahraga (Sorga ) Desa Koeono di tahun anggaran 2019 yang bersumber dari Dana Desa (DD) dengan jumlah anggaran Rp 334.139.800 volume 12 X 25 M yang anggarannya sudah di cairkan di tahun 2019 lalu.

Hal itu di tanggapi beberapa warga Desa koeono saat di temui media ini beberapa waktu lalu kemudian membeberkan terkait pembangunan sarana olahraga Desa Koeno yang di kerjakan sangat lambat sehingga menyebrang di tahun 2020 padahal anggarannya sudah lama cair

Selain itu, kata warga ” pembangunan sorga Desa tidak melalui Musyawarah Desa (Musdes) kami baru tahu kalau ada pembangunan Sarana olahraga di Desa Kami setelah bangunan itu di bangun,” ucap beberapa warga koeono yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga -->  Diduga Beberapa Oknum Kadis Lingkup Pemda Konsel dan Bendahara Telah Menyelagunakan Anggaran Negara dengan Dalil Sumbangan Peringatan HPN

Sementara itu Kepala Desa Koeono saat di konfirmasi media ini mengatakan ” pembangunan Sarana olahraga (SORGA) Desa koeono merupakan tanggung jawab Pj. kepala Desa koeono yang saat itu masih menjabat, dan saya baru di lantik baru baru ini sebagai kepala desa koeno untuk itu saya tidak dapat memberikan banyak komentar terkait pembangunan sarana olahraga di Desa Koeono ” ujarnya

Masih kata Aksar Saifullah kepala Desa Koeono Ia berharap pekerjaan sarana olahraga dapat segera diselesaikan, sebab laporan pertanggung jawaban sangat menentukan pencairan Dana Desa (DD) di tahun 2020 ini. Kalau pekerjaan itu belum diselesaikan dikhawatirkan akan menghambat proses pencairan Anggaran tahap satu di tahun 2020 nantinya sehingga berdampak pada kegiatan Desa koeono yang telah di musdeskan untuk di laksanakan pekerjaannya.

Hal itu di benarkan oleh Camat palangga Selatan saat di konfirmasi lewat via telpon Ia mengatakan ” pekerjaan sarana olahraga memang menjadi tanggung jawab Pj. Desa Koeono karena di tahun 2019 Dia masih menjabat sebagai Pj. dan bukan tanggung jawab kepala Desa yang baru di lantik ” tegasnya

Baca juga -->  Pemerintah Desa Wonua Raya kecamatan Baito Kabupaten Konawe Selatan(KONSEL) realisasikan pembagian Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) ke 120 Kepala Keluarga (KK) dampak Covid-19

Menanggapi pekerjaan yang masih dikerjakan meski telah menyebrang di tahun 2020 Camat Palangga Selatan, Suhandi menjelaskan bahwa hal itu di sebabkan lambatnya pencairan Dana Desa tahap tiga yang cair nanti dibulan Desember tahun 2019 anggaran baru di cairkan hal inilah yang menyebabkan pekerjaan menyebrang di tahun 2020.

Dan itu, lanjutnya tidak menjadi masalah mesti sudah menyebrang di tahun 2020 yang penting masih di kerjakan dan akan diselesaikan,” tambahnya.

Adapun masalah volume yang di duga tidak sesuai RAB saya kata Suhandi ” tidak bisa menjelaskan sebab yang bertanggung jawab pada pekerjaan Sorga Desa Koeono adalah mantan Pj yang menjabat saat itu ” pungkasnya

foto pembangunan Sorga Desa koeono

Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) konawe selatan Herianto,S.Sos angkat bicara terkait pembangunan Sorga Desa Kirono, Ia mengaku heran dengan adanya kegiatan fisik berupa Sorga Desa Koeono yang harus menyeberang di tahun 2020.

Baca juga -->  AWPI Sultra Kecam Danlanud Haluoleo Terkait Wartawan Ditunggangi Teroris

Selain itu papan kegiatan tidak di uraikan masa waktu kapan mulai dan selesainya pekerjaan tersebut. Belum lagi volume yang dijelaskan dalam papan informasi dan realisasi bangunan tidak sesuai dengan RAB.

Masih kata Herianto ” pembangunan sorga Desa Koeono kami akan kawal sampai tuntas dan jika terbukti ada kerugian negara,siap mempertanggung jawabkan sesuai dengan aturan perundang undangan yang berlaku “tutupnya

penulis : Dalman/ Tim

WARTAWAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *