Diberi Amanah, Kades Lameruru Konut Tunjukan Kepercayaannya ke Warga

Redaksi LiveFaktaNews.Co.Id

KONUT – Meski terbilang baru menduduki jabatannya sebagai Kepala Desa (Kades) di Lameruru, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut) Aswad, memunculkan jiwa ke profesionalnya dalam memimpin kampungnya sendiri.

APBDes 2020 Lameruru

Saat di wawancara media ini, Aswad (Kades) mengungkapkan dirinya sangat bekerja keras, karena Desa yang di pimpinnya terbilang baru memulai. Padahal, Desa itu sudah cukup lama untuk mekar.

banner 728x250

Maka, apa saja yang di perjuangkan Aswad, Yang terpenting ialah pembebasan Ganti Rugi Tanam Tumbuh (GRTT), kenapa harus di perjuangkan Aswad.

Di katakannya, ada 8 perusahaan yang memberikan dampak di Desanya (Desa Lameruru) sehingga dari 8 perusahaan itu, harus ada yang berupaya berkontribusi untuk Desa Lameruru dalam bentuk apapun itu.

Baca juga -->  Sekda Konut Tolak di Wawancara Terkait Dinas Yang Terkesan Pelayanannya Kurang Baik

” Akan tetapi tadi ini kita sudah menyurat agar pihak perusahan menurunkan alat berat untuk datang memperbaiki lahan yang saya perjuangkan, ” katanya.

Namun, yang patut di apresiasi oleh Aswad ialah pembebebasan lahan yang di perjuangkannya. Ialah dengan ukuran (30×33).

” Alhamdullilah dengan luas lahan yang cukup memadai kedepan kami mau bangun masjid disitu, dan kami akan membangun apa-apa saja yang di inginkan warga saya, ” ucapnya.

Di sisi lain pantauan media ini, ada kegiatan fisik yang berdiri kokoh di tengah Desa, meski belum mencapai (100%) tetapi Aswad tercatat dalam sejarah Desa pertama yang membangun Balai Kemasyarakatan di Desanya.

Balai Desa Lameruru

” Baru ini saya bangun, karena dulu ada tetapi tidak layak untuk di pakai dan bukan permanen,” ucapnya.

Baca juga -->  Pemdes Banggarema Membagikan Masker Ke Warganya.

Setelah itu, selama di pimpinnya juga Aswad ialah orang yang di kenal sangat inisiatif dalam menanggapi keluhan masyarakat.

Bagaimana tidak, sejak terjadinya longsor dan 2 rumah terkena bencana itu ia langsung berinisiatif meng ‘Cutting’ gunung agar mengantisipasi terjadinya longsor berkelanjutan.

Bukti Cutting Yang Di Lakukan Kades Lameruru

” Setelah saya lakukan itu, jika terjadi curah hujan alhamdullilah atas izin Allah Swt. Tak ada lagi hal-hal yang yang terjadi seperti sebelumnya,” ujarnya.

Kemudian, di harapkannya pula kepada warganya (dalam hal ini warga yang bekerja sebagai kontraktor) agar berupaya sedikit demi sedikit untuk berkontribusi membangun Desa Lameruru.

” Kalau memang mereka menganggap itu kampungnya, yang saya harapkan agar mereka berkontribusi biarpun 1 ret batu atau pasir kami sangat bersyukur, ” harapnya.

Baca juga -->  Fisik Hingga Pemberdayaan Ternilai Sukses di Desa Mataiwoi Konut

Sebagaimana di ketahui, Desa Lameruru terkena dampak oleh 8 perusahaan yakni PT. MLP, PT. Hilcon, PT. IBM, PT. ASCON, PT. AKP, PT. PIRAN, PT. BOSOWA dan PT. KKU.

Editor : Muh. Alpri

WARTAWAN