DPD GSPI Sultra Bakal Laporkan Pengaspalan Poros Laosu – Kapoiala

Redaksi LFnews

 

Konawe-LF – Peningkatan Jalan Aspal sangatlah penting dan dibutuhkan oleh masyarakat umum untuk kelancaran dalam melakukan aktivitas sehari – hari, dan hal itupun mempengaruhi perputaran Ekonomi di daerah itu sendiri.

banner 728x250

Atas dasar itu, pemerintah daerah Kabupaten Konawe melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Konawe realisasikan pembangunan peningkatan Jalan Aspal di Poros Laosu – Kapoiala dengan anggaran sebesar Rp. 5.571.364.335,72. Tetapi lagi – lagi pekerjaan tersebut diduga asal kerja dan tidak sesuai petunjuk teknis.

Dan terkait kasus tersebut diatas, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Generasi Sosial Peduli Indonesia (GSPI) Sulawesi Tenggara sorot dan angkat bicara terkait proyek pekerjaan peningkatan Aspal Jalan Poros Laosu – Kapoiala Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Baca juga -->  Cegah Penularan Covid-19, Karang Taruna Arombu Bagikan Masker Pada Masyarakat.

Dijelaskan pada media ini, Rusdin selaku sekretaris DPD GSPI Sultra dengan sapaan akrabnya Robin Hood ia katakan bahwa, “Pengaspalan yang dilakukan oleh PT. ELFATIH ARSA PUTRA diduga kerja asal asalan,” katanya

Pasalnya, pengaspalan tersebut belum lama ini dikerjakan pada tahun 2021 lalu, namun sudah bergelombang (Bleding) dan berlubang, bahkan Join sambungan aspalnya tidak rata. Sehingga inilah kinerja yang diduga kerja asal – asalan. Selain itu juga, dari hasil investigasi dilapangan ditemukan pekerjaan tersebut bahkan sudah retak.

Menurut sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya saat ditemui dimalam hari (Sabtu Malam, 19/02/2022), ia mengatakan, Peningkatan struktur Jalan Aspal Hot Mix AC-BC diduga material batu Aspalnya tidak sesuai. Lanjut ‘kata dia’ karena material batu aspal yang digunakan cukup besar – besar.

“Kalau Hot Mix AC-BC bukan seperti ini, dia lebih kecil lagi material batu Aspalnya. Tapi ini batunya cukup besar – besar,” terangnya

Baca juga -->  Pemdes Mekar Jaya Kembali Salurkan BLT Tahap III

Lanjut dia, “Pori – pori aspalnya terlalu terbuka yang diakibatkan karena material batunya yang cukup besar. Bahkan aspal tersebut sangat mudah aspal tersebut terbuka hanya dengan menggunakan tangan atau kaki,” lebih jelasnya

Dalam pantauan media ini dilapangan (Sabtu, 19/02/2022) Kemarin, pekerjaan tersebut memang diduga sangat tidak sesuai seperti apa yang sudah dijelaskan pada sumber diatas.

Diketahui, Proyek tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp. 5.517.364.335,72, yang dikerjakan oleh PT. ELFATIH ASRA PUTRA dengan anggaran yang bersumber dari APBD Dinas PUPR Kabupaten Konawe.

Kembali Rusdin menyampaikan dan menegaskan, “dari hasil investigasi kami dilapangan, maka kami akan melakukan demonstrasi dan melaporkannya hingga meminta beberapa aparat penegak hukum yang berwenang untuk memproses lebih lanjut dan segera Blacklist PT. ELFATIH ASRA PUTRA,” tutup Rusdin Sekretaris DPD GSPI Sultra(*)

Baca juga -->  Oknum Satlantas  konawe Diduga Menilang Kendaraan Warga  Tampa Alasan

WARTAWAN