Ketua DPC PPWI Soroti Sejumlah Proyek yang Diduga Mark’Up Di Konawe Kepulauan

Redaksi LFnews

 

Konawe Kepulauan – Sejumlah Proyek Mark’Up di Kabupaten konawe Kepulauan Mendapat Sorotan oleh Ketua Dewan Pimpimpinan Cabang (DPC), Persatuan Pewarta Warga Neraga Indonasia (PPWI),09/03/2024

Pasalnya Rahmat Taslim. selaku ketua DPC PPWI Konawe Kepulauan menduga ada sejumlah proyek daerah yang mangkrak pada periode anggaran 2023, hal ini disampaikan oleh Rahmat kepada awak media berdasarkan hasil investigasi lapangan terdapat beberapa Temuan seperti pada proyek pembangunan Preservasi dan peningkatan jalan ruas Matadimba – Lebo, peningkatan rekonstruksi jalan ruas Lawey – wawouso dan ruas Nambo jaya sampai Roko -Roko.

“saya selaku ketua DPC PPWI Konawe Kepulauan menegaskan kepada pihak aparat penegak hukum untuk segera turun memeriksa sejumlah proyek pembangunan jalan yang diduga Mark’Up dan tidak sesuai spesifikasi, seperti pembangunan jala ruas Matadimba-lebo, Lawei – wawouso dan ruas jalan Nambo jaya sampai Roko-roko”.

Baca juga -->  Gubernur H.Ali Mazi - DPRD Buton Bahas Pembangunan Prioritas

“karna berdasar hasil investigasi lapangan kami mendapat beberapa temuan seperti, penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi atau uji Lab, kemudian ketebalan jalan yang juga kami duga tidak sesuai kualivikasi petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan ataupun RAB, sehingga ketahanan jalan sangat rentan dan mudah hancur dalam jangka waktu yang tidak lama”.ungkap Rahmat

selain itu ada beberapa proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Jaringan Perpipaan Langara Raya dengan nilai pagu anggaran kurang lebih 1.903.149.993, Pembangunan Baru SPAM Jaringan Perpipaan Mawa Raya dengan nilai pagu anggaran kurang lebih 3.357.720.006 dan pembangunan baru SPAM Jaringan Perpipaan Desa Lantula dengan nilai pagu anggaran kurang lebih 1.723.764.999 yang juga kami duga mangkrak.

Baca juga -->  lakukan Upaya Pengembangan di Sektor Ekonomi, Kadin Sultra Memaksimalkan dengan Baik

“kegiatan proyek SPAM di Konawe Kepulauan periode anggaran 2023 sampai saat ini belum di rasakan oleh masyarakat sepenuhnya karna berdasarkan hasil investigasi lapangan ada beberapa temuan seperti penggunaan PIPA yang tidak sesuai spesifikasi dan saat ini sudah ada beberapa pipa yang kami duga telah bocor sehingga dengan berdasarkan hal tersebut saya minta aparat penegak hukum segera turun lapangan melakukan pemeriksaan”. tutupnya.(*)

Baca juga -->  Tak Kunjung Ada Perhatian dari Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Sultra, Puluhan Massa Aksi Menggelar Demonstrasi.

WARTAWAN