oleh

Ketua Umum HMI MPO Komisariat Bulan Sabit Bersinergi Menyambut Mahasiswa Baru Di Konsel

 

Konawe selatan- Kampus adalah tempat berkumpulnya mahasiswa belajar dan mengalih ilmu pengetahuan dalam dasar profesi studi yang di landasi dari epistemologi dan membentuk karakter jiwa pada mahasiswa, akan tetapi belajar di sekelas kampus tidak lah cukup untuk membangun karakter intelektual mau pun jiwa kritis dalam problematika bangsa.

Hal itu diungkapkan Indra Dapa selaku Ketua Umum Komisariat Bulan Sabit Universitas Muhammadiyah Kendari saat menghubungi media ini, Selasa (09/08/22).

Indra Dapa mengatakan, dengan adanya kelembagaan mahasiswa maka akan membentuk wadah pembinaan intelektual pada karakter mahasiswa yang dulunya pro dalam pembelajaran sehingga mahasiswa disitulah mendapatkan perubahan sistem karakter dalam diri mahasiswa. Terlepas dari konsep kurikulum pendidikan kampus maka akan di sebut kemahasiswaan antara lain (HMI) Himpunan Mahasiswa Islam yang merupakan organisasi pengkaderan dan perjuangan yang berlandaskan syariat Islam yang telah turun mewarnai dinamika perjuangan dalam sinergi membangun di Sulawesi tenggara, ucapnya.”

Baca juga -->  Warga Keluhkan Penerimaan Tenaga Kerja Lokal PT. Marketindo Yang Tidak Transparan di Konsel

dan sejak berdirinya Himpunan Mahasiswa Islam ini, yang berperan penting dalam pengawasan kinerja legislatif maupun eksekutif dalam menjaga hak-hak masyarakat dari permainan koruptor yang sampai hari ini masih menjadi buah bibir masyarakat dalam tata kelola sumber keuangan negara, untuk itu tak bisa dibandingkan HMI dengan usianya yang sudah tidak mudah, yang telah mencetak jantung-jantung HMI dalam kaderisasi kepemimpinan dan memiliki kompeten besar dalam negara mau pun rakyat yang menjadikan dasar kepemimpinan untuk berkontribusi dalam negara dan bangsa ”

Lanjut Indra, dalam pengkaderan dasar adalah bagian dari pembinaan intelektual dalam wawasan sosial untuk mengembangkan resolusi beradaban dalam bangsa Indonesia tak hanya berbicara dalam teori akan tetapi ekspetasi dalam pola pikir mahasiswa yg kritik, imbuhnya.”

Selain itu pengkaderan tidak hanya sekedar forum akan tetapi merupakan titik final dalam membangun pemikiran-pemikiran epistemologi Islam maupun narasi-narasi pengembangan kualitas sosial dalam ber-masyarakat dan merupakan sebuah proses pengembangan narasi yang sistematis. HMI juga tidak hanya memandang pengkaderan ajang panggung akan tetapi memiliki kompeten dalam membangun puncak kejayaan Islam atas terwujudnya insan cita dalam tatanan masyarakat yang di ridhoi Allah SWT dan sebagainya yang diharapkan komisariat bulan sabit.”

Baca juga -->  Salut ! Warga Mekar Jaya Konsel Bantu Kades Baru Renovasi Kantor LPM dan BPD

Lebih lanjut Indra mengungkapkan, disamping itu pengkaderan merupakan sebuah transfer intelektual dan wawasan kebangsaan, pembinaan dehumanisasi dalam diri manusia maupun humanis kader yang melahirkan generasi muda yang dapat mengimplementasikan ide-ide gagasan dalam diri kader HMI sebagai wujud Perjuangan dan tanggung jawab moral yang diembankan kepada setiap Manusia atau Khalifah di muka bumi ini terkhususnya Konawe Selatan.”

Hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 yang diterbitkan pada maret 2019 lalu memotret sekelumit masalah pendidikan Indonesia. Dalam kategori kemampuan membaca, sains, dan matematika, skor Indonesia tergolong rendah karena berada di urutan ke-74 dari 79 negara. PISA merupakan survei evaluasi sistem pendidikan di dunia yang mengukur kinerja siswa kelas pendidikan menengah, penilaian ini dilakukan setiap tiga tahun sekali dan dibagi menjadi tiga poin utama, yaitu literasi, matematika, dan sains. Hasil pada tahun 2018 mengukur kemampuan 600 ribu anak berusia 15 tahun dari 79 negara, bebernya.”

Baca juga -->  Wisata Kuliner Dikonsel Hancur Terbengkalai, Andi Akrim¬† Pembangunan UKM Tidak Ada¬† Asas Manfaat.

Beberapa waktu lalu The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mengumumkan hasil Programme for International Student Assesment (PISA) 2018. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perolehan peringkat Indonesia tidak memuaskan kemudian dapat menunjukkan bahwa kualitas pendidikan Indonesia memiliki pengurangan jumlah peningkatan aspek pendidikan sehingga HMI berupaya mendorong pemuda Sultra dalam peningkatan pendidikan untuk melakukan pembinaan dalam membangun mahasiswa yang cerdas, tutupbya.

Laporan: Tim

WARTAWAN