KMN Kendari Gandeng Pemkot Sosialisasikan Nilai Toleransi di Kalangan Mahsiswa UHO

Redaksi LFnews

Kendari-Dalam rangka memperkuat dan menumbuhkan sikap toleransi dikalangan mahasiswa, Organisasi mahasiswa Kesatuan Mahasiswa Nusantara (KMN) Cabang Kendari menyelenggarakan Dialog Publik dalam rangka memperingati Hari Bela Negara (19/12/2020)

Kegiatan yang digelar disalah satu tempat disekitar kampus Universitas Halu Oleo (UHO)itu,melibatkan pihak Pemerintah Kota Kendari yang diwakili oleh Kepala Kesbangpol Kota Kendari dan akademisi Universitas Lakidende sebagai nara sumber, dan juga melibatkan mahasiswa dari berbagai jurusan di UHO sebagai Peserta.

banner 728x250

Ketua KMN Cabang Kendari, Ismail’ mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai arti penting toleransi sehingga diharapkan dapat memperkuat persatuan dan sikap saling menghargai dalam merespon perbedaan antar mahasiswa UHO.

Baca juga -->  Ahmad Baso, Kecam Terhadap Oknum Yang Mengatasnamakan Lembaga Laskar Anoa, Segera Laporkan Ke APH.

“Kita tahu bahwa mahasiswa di UHO ini berasal dari ragam etnis yang berbeda-beda dari berbagai daerah. Sehingga dengan adanya kegiatan ini paling tidak dapat memberi pemahaman pentingnya kita saling menghargai dan bersatu untuk mewujudkan kondisi kampus UHO yang aman dan kondusif”, ungkap Ismail saat dikonfirmasi (21/12).

Senada dengan salah seorang nara sumber, Dr. Indrawan Tobarasi menilai bahwa kegiatan Dialog Publik yang bertujuan menciptakan toleransi dan pluralisme dikalangan mahasiswa seperti yang diselenggarakan oleh KMN Cabang Kendari perlu mendapat dukungan apresiasi dari pihak UHO dan Pemerintah sehingga kegiatan serupa dapat dicontoh dan dilaksanakan oleh organisasi mahasiswa lainnya.

Baca juga -->  Pengurus DPD PPWI  dan DPC Resmi di Kukuhkan Oleh Ketua Umum DPN PPWI

Lanjut’selamah ini masih jarang ada organisasi mahasiswa yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan dialog publik yang mengarah pada upaya sosialisasi nilai-nilai toleransi dan pluralisme khususnya dikalangan mahasiswa UHO yang multi etnis.

“saya rasa kegiatan dialog publik seperti ini perlu ditingkatkan, jangan hanya sekali. Untuk itu memang diperlukan juga dukungan dari pihak pemerintah daerah kepada adik-adik mahasiswa agar mereka dapat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan seperti ini secara berkesinambungan “pungkasnya”

Laporan : Erwin
Editor : joni

WARTAWAN