oleh

Kuat Dugaan Korupsi Pembangunan Pengaman Sungai Potoro Yang Dikerjakan Oleh Cv. Pilar Wonua Raya Dinilai Telah Gagal Konstruksi, Dikerja Asal Jadi

 

Konawe Selatan- livefaktanews- Pembangunan pengaman Sungai Potoro Kecamatan Andoolo Kabupaten Konawe Selatan (KONSEL) Provinsi Sulawesi Tenggara (SULTRA) yang di kerjakan oleh Cv. Pilar Wonua Raya diduga dalam pelaksanaan kegiatan dikerjakan asal-asalan demi sebuah keuntungan besar. Sementara total biaya yang begitu fantastik yaitu Rp. 7.583,338,106,96- tahun anggaran 2022.

 

 

 

Hasil pantauan wartawan media cetak dan online livefatanews.co.id beberapa hari yang lalu, ditemukan kejanggalan dilokasi kegiatan yang diduga menyalahi Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditentukan oleh Penjabat Pembuat Kebijakan (PPK) Senin, (25/07/2022).

Adapun kejanggalan yang dimaksud adalah, kegiatan bahan material jenis batu gunung yang diduga kuat tidak masuk dalam uji kelayakan, atau disebut batu Ore nikel, pasir pasang yang diduga pula tidak masuk iju kelayakan untuk dipakai, yang turut ditemukan dilokasi tersebut.

Baca juga -->  KADES AEPODU SALURKAN BLT DD TAHAP KE-II 2021

 

 

 

tak hanya sampai disitu, kejanggalan yang terjadi dilokasi kegiatan, yaitu tiang pancang (RENG BALOK) penahan pasangan diduga tidak memiliki angker sebagai pengikat antara balok cor dengan pasangan batu.dan ironisnya lagi, tiang rakitan besi banyak ditemukan sambungan alias terpotong-potong, dan pekerja saat memasang batu gunung tidak disusun rapi melainkn batu ditumpuk lalu disiram campuran.

Menangapi hal itu, Wakil Ketua Pekat-IB Konsel Yusdar yang juga masyarakat setempat mengungkapkan pada media ini bahwa’ saya patut bersyukur dan berterimakasih kepada pihak Pemdah Konsel yang peduli dengan Sungai Potoro dimana sungai tersebut makin tahun makin lebar, artinya dengan adanya program dari Pemerintah sehingga sebagai masyarakat setempat mendukung penuh program itu” ucapnya.

Baca juga -->  Lagi,Pemdes Mekar Jaya Lakukan Sosialisasi dan Penyemprotan Disinfektan di Tempat Umum.

“akan tetapi dengan cara kontraktor bekerja yang diduga bekerja asal-asalan tentuh hal ini tidak dapat ditolerin, sebab yang merasakan dampaknya adalah masyarakat setempat bukan kontraktor maupun subkon,” kata yus.

Pembangunan pengaman Sungai Potoro patut ia duga kuat adanya permainan kongkalingkong antara kotraktor maupun PPK Dinas terkait yang menangani kegiatan tersebut demi meraup keuntungan pribadi, sebab kalau benar-benar dikerjakan material yang digunakan jelas kualitas yang sudah mendapat pengakuan dari Pemerintah.

 

 

 

 

Lanjut Bang Yus” dengan adanya kegiatan saya menduga adanya pembiaran dari pengawas tekhnis lapangan atau pun pelaksana sehingga material yang digunakan tidak sesuai, kemudian sistem cara para pekerja yang terkesan asal-asalan.

Baca juga -->  Forum Puspa Konsel Siap Tekan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak

“untuk itu, saya berharap kepada Pemdah Konsel dalam hal ini Bapak Bupati Konawe Selatan agar memanggil kontraktor, PPK, Subkon material maupun yang ikut terlibat didalam kegiatan tersebut agar diberikan teguran.dan kalau perluh kedepannya kontraktor tersebut tidak usah mengikuti Tender karena tidak becus pekerjaanya, apa lagi dapat merusak nama baik Pemdah,” pintahnya.

“Saya menegaskan, pekerjaan yang dilakukan oleh Cv Pilar Wonua Raya saya akan segera melaporkan kepada APH, dan adanya dugaan oknum PNS yang terut serta segera juga saya akan laporkan di lingkup Pemdah Konsel, yang ikut ambil bagian dalam kegiatan itu,” tutup Yusdar.

Laporan : Tim

WARTAWAN