oleh

Pengelolaan,DD/ADD Desa Lasada, Konawe Terindikasi Dikorupsi

 

KONAWE – Lembaga Investigasi dan Anti Korupsi (Lidik) Sulawesi Tenggara (Sultra), menduga ada indikasi Korupsi dalam pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (DD/ADD) Desa Lasada Kecamatan Asinua.

Ketua Lidik Sultra, Surdiman menjelaskan pihaknya telah melakukan investigasi di desa tersebut.Ditemukan bahwa banyaknya pekerjaan yang tidak sesuai spek.

Dijelaskan, bahwa desa Lasada dalam melakukan pengelolaan DD tidak transparan. Baik itu dalam pekerjaan fisik maupun pemeliharaan bangunan.

“Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya papan proyek,pada semua pekerjaan,” jelas Surdiman pada media ini, Kamis 10/12/2020.

Baca juga -->  Miris, Proyek Jembatan di Konawe Tahun 2020 Diduga Gunakan Cincin Sumur, DPRD Konawe Diminta Mengambil Tindakan | Jilid II

Menurut Surdiman, untuk  kegiatan air bersi Dan perpipaan, pipa yang diadakan diduga tidak sesuai Spesifikasi dan pada pekerjaan penanaman pipa kedalamannya tidak sesuai RAB

ini jelas-jelas airnya tidak layak  dikonsumsi,” ujarnya.

kemudian pada pekerjaan balai Desa itu diduga atap spandek yang dipakai tidak sesuai RAB.

Tidak hanya pekerjaan fisik bangunan, kata Surdiman, dalam pengelolaan ADD juga kami temukan ada bermasalah. Dalam Penyelenggaraan Insentif Kader Posyandu Desa.

Baca juga -->  Jilid II : Pengadaan Sapi di Desa Anggalomoare Jaya Diduga ada Indikasi Pungli

“Selain itu juga pada Pemeliharaan gedung prasarana balai desa, Pembangunan balai serba guna, pembangunan rehap rumah tidak layak huni ( RTLH), serta pengadaan KWH dan Instalasi Listrik, Pembangunan bak air bersih dan perpipaan, pembangunan Jamban Keluarga, semuanya terkesan tidak transparan,” bebernya.

Sementara itu, Kades Lasada Rasni, mengatakan semua pekerjaan baik itu dalam pengelolaan DD desa maupun ADD dikerjakan sesuai mekanisme.

“Semua pekerjaan kami kerjakan sudah sesuai,” ujar Rasni saat dikonfirmasi.

Baca juga -->  Pembangunan Jaringan Irigasi Desa Anggoro Dikerjakan Asal-asalan Oleh Kontraktor, Diduga Anggarannya di Korupsi.

Kemudian terkait tidak adanya papan proyek kata Rasni, itu hanya soal kelalaian TPK lupa memasang.

“Papan proyeknya, sudah kami buat hanya saja mungkin lupa dipasang,” kata Rasni

Dan terkait pekerjaan lain yang dikatakan tidak mempunyai asas maanfaat, tambah Rasni menjelaskan pihaknya sebelum memulai pekerjaan sebelumnya dilakukan rapat dan musyawarah.

“Semua itu hasil dari permintaan dan kesepakatan masyarakat,” pungkasnya.

Laporan : Andi
Editor     : Erlik

WARTAWAN