oleh

Permainan Tengkulak di Pasar, Kopi Robusta Angata Butuh Perhatian Pemda Konsel

KONSEL -faktapemberitakorupsi– Kopi robusta tentu tak asing lagi, kali ini di Desa Sandarsih Jaya, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan. Yang menanam setiap varietas punya karakteristik kopi robusta dengan rasa yang berbeda.

Saat di temui salah satu petani robusta Asmar Sabunga, ia menjelaskan sedikit terkait rasa unik kopi yang ditanaminya.

” Kopi ini di tanam di dataran tinggi praktik perkebunan, yang di lakukan secara organik tanpa pestisida dan pupuk membuat kopi aroma kualitas kopi robusta sangat baik dan potensial untuk di jadikan percontohan dalam budidaya tanaman kopi tersebut, ” jelasnya kepada FPK.Com (10/08)

Baca juga -->  Humas DPD GSPI Sultra Minta Mabes Polri, KPK, Kementerian ESDM, Kejagung RI dan Dirjen Perhubungan Laut Periksa PT Visi Deptindo

Dibalik hal itu, ia juga mengeluhkan pemasaran kopi nya yang sudah siap di petik, tetapi lagi lagi harga jual yang begitu rendah akibat permainan tengkulak di pasaran.

” Demikian agar Pemda Konsel atau yang membidangi dalam hal ini Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi ( Disperindagkop), bisa memberikan motivasi atau edukasi cara memasarkan hasil panen kopi robusta yang baik serta bimbingan pembinaan khususnya kami petani kopi, ” terangnya.

Baca juga -->  Defisit Anggaran, TPP ASN Konsel Hanya Dibayar Dua Bulan

Serta adanya kerjasama antara Pemda Konsel dalam pencapaian hasil yang maksimal bagi masyarakat petani kopi robusta terutama terkait bibit yang baik dan berkualitas serta pengolahan pasca panen petik merah dan sebagainya.

” Sampai mampu menghasilkan bubuk kopi dengan kemasan dan merk dagang yang bisa di pasarkan di konsumen pada umumnya, maka dari itu masyarakat akan lebih bersemangat termotivasi di sektor perkebunan kopi dan lebih baik dalam menopang perekonomian, ” tutupnya.

Baca juga -->  Pengelolaan Dana Desa Uelawa Diduga Disunat

Editor : Alpri

WARTAWAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.