oleh

Sang Pemuda Mengaung di Atas Tanah Latamoro.

 

KOLTIM – Pemud selalu di kedepankan dalam konstalasi kebangsaan, baik mendorong kemajuan suatu bangsa, ataupun menyiapkan generasi pelanjut dalam kontes kepemimpinan. Pemuda selalu sabagai garda terdepan membawa perubahan di suatu daerah dan pundaknyalah semua harapan di gantungkan.

Secara elektoral pemilih milenial menjadi hitungan dalam setiap perebutan kekuasaan atau pemilihan mereka memiliki daya tarik tersendiri karna memiliki semangat perubahan jiwa yang masih membara dalam pandangan darah muda yang berapi-api. Tidak salah kalau dalam setiap pilkada, pemuda selalu jadi garda terdepan.

Baca juga -->  Antisipasi Krisis Pangan,Bupati Koltim Dorong Petani Tetap Produktif

Pilkada tahun 2020 akan berlangsung secara serentak, tak luput dari pantauan generasi milenial (pemuda).Tak tanggung-tanggung mereka mengajak dengan pendekatan program ke pemudaan. Dilibatkan dalam struktur kepemudaan, bahkan di janji segudang harapan supaya mereka dilibatkan secara total dalam tim penengang.

Trobosan pemuda memang penting dalam konstalasi, tapi pemuda mesti mengatur diri untuk berbaris rapi dan mengkonsulidasikan kekuatan untuk menjatuhkan pilihan kepada yang mewakili harapan dan cita-cita perubahan.

Baca juga -->  Rusun PNS Pemkab Koltim Masi di Kelolah Pihak Pemprov Sultra

Dan pemuda yang menentukan jalannya pembangunan dan laju pertumbuhan perbaikan kualitas SDM dan mendorong produktivitas semua sekmen berkehidupan. Pemuda hadir bukan mengaminkan janji politik, tapi harus merangkai janji menjadi kenyataan, supaya harapan kaum tua tidak sirna dengan janji politik, wujudkan itu supaya kepercayaan kaum muda tetap ada dalam perhelatan kepemimpinan.

Maka anak muda harus tampil di garda terdepan semua potensi kekuatan sehingga ia menjadi penentu kekuasaan sebagai putra putri Kolaka Timur.

Baca juga -->  Masyarakat Koltim Minta Majelis Hakim Tolak Tuntutan Jaksa KPK

Kepada seluruh kaum muda yang peduli terhadap proses suksesi kepemimpinan di koltim tahun ini, jangan abai dan acuh tak acuh dalam sukseskan politik ini.

Dalam buku ‘soe hok gie’ mengatakan bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor, ataupun lumpur-lumpur yang paling kotor. Tapi suatu saat kita tidak dapat menghindari diri lagi maka terjunlah.

Laporan: Alpri

WARTAWAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.