oleh

SPBU Malili Enggan Melayani Penjualan BBM di Malam Hari

 

Lutim – SPBU Malili, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, enggan melayani masyarakat yang membutuhkan Bahan Bakar Minyak (BBM) saat malam hari, meskipun persediaan BBM masih ada. Kondisi tersebut membuat warga, Mardin, yang datang ke SPBU tersebut kecewa karena mereka datang dalam keadaan tangki minyak kendaraannya kosong.

“Jadi sudah dua malam saya datang di SPBU Malili untuk mengisi BBM tapi tidak dilayani. Pertama datang selasa malam minta diisikan kendaraan mobil saya tapi jawab petugasnya habis,” kata Mardin dengan nada kecewa.

Baca juga -->  Terkait Oknum Polisi Kalideres Bunuh Anggota TNI dan Warga Sipil, Pangdam Jaya : Selesaikan Secara Adil

Penghentian pelayanan penjualan BBM di malam hari tersebut disampaikan oleh pengawas SPBU Malili, Abba, kepada Mardin saat ingin mengisi BBM kendaraan roda empatnya, Rabu (06/10/2021) sekitar pukul 21.20.Wita.

“Kemudian saya datang lagi Rabu malam tapi masih saja tidak dilayani dengan alasan tidak buka malam. nanti Jam 06.30 pagi baru buka,” ujar Mardin menirukan jawaban Abba.

Mendengar jawaban itu, tambah Mardin, dirinya mencoba menkonfirmasi ke Manager SPBU Malili, Nyomang, via WhatsApp untuk menanyakan apakah ada aturan baru yang dikeluarkan oleh pusat, sehingga tidak lagi melayani 24 jam. “Tapi sayangnya, Nyomang malah memblokir nomor kontak saya,” tambah Mardin.

Baca juga -->  SCM Endus Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Bupati Konut Senilai 53 M

Akhirnya, karena kecewa tidak mendapatkan pelayanan di SPBU Malili itu, Mardin dengan masgul meninggalkan lokasi dan mencari penjual BBM eceran di sekitar lokasi. “Karena merasa tidak dilayani, saya terpaksa pergi meninggalkan SPBU tersebut untuk mencari BBM eceran yang ada dijual di pinggir jalan, dan mengisi kendaraan operasional saya Rp. 100.000 karena besok mau liputan kegiatan pemerintahan,” katanya.

Baca juga -->  Peningkatan Jalan Usaha Tani Disambut Baik Oleh Masyarakat : Ini Tanggapan Kepala Desa Wawonggura ,Sarianto.

Dengan kejadian itu, aku Mardin, pihaknya hanya ingin mempertanyakan aturan yang diberlakukan SPBU Malili, di pasal berapa, UU nomor berapa dan kalau memang ada aturan yang mengatur hal itu, kami terima dan diubah di pamflet 24 jam, menjadi hanya beberapa jam saja atau siang hari saja. (MDN/Red)

WARTAWAN