oleh

Tidak Sesuai Mekanisme, Pembangunan LAB. SMAN 19 Konsel Tuai Soal.

 

KONSEL – Pembangunan Sekolah SMAN 19 Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), yang berlokasi di Desa Molo Indah, Kecamatan Tinanggea, yakni 1 ruang Laboratorium masih menuai soal.

Pasalnya, di lokasi pembangunan ditemukan ada salah satu item yang di duga tidak digunakan oleh pihak pengelola sekolah, yaitu berupa batu pecah (Sertu) ataupun mesin pengaduk (Molen), yang seharusnya berada di lokasi kegiatan tersebut.

Selain itu, di lokasi hanya ditemukan berupa pasir pasang (Tengah) yang diduga digunakan untuk dipakai pada saat pengecoran tiang – tiang kolom ataupun reng balok.

Baca juga -->  Seorang Pemuda di Konsel Ditemukan Tewas Tergantung

Padahal, Pemerintah menglontorkan Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan itu telah sesuai mekanisme kerjannya dan mencipatakan sekolah yang bermutu dan berkualitas agar siswa nyaman dalam proses belajar mengajar.

Saat di Konfirmasi lewat Telepon Seluller Kepala Sekolah SMAN 19 Konsel S.R, menuturkan batu pecahan (Suplit) tersebut, masih tertera di RAB (Rancangan Biaya Anggaraan), akan tetapi saat akan di adakan, salah satunya terkendala karena adanya cuaca buruk (Hujan).

Baca juga -->  Belum Cukup Setahun, Lampu Jalan di Desa Bumiraya Konsel Telah Rusak Parah

“ Itulah yang buat kami terkendala, sehingga kita tidak bisa adakan Batu Suplitnya, dan tidak mesti diharuskan akan tetapi bisa diganti dengan pasir pasang yang terpenting campuran harus sangat di perhatikan “ tuturnya kepada media ini (01/09).

Atas dasar tersebut, Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi (LKPK)Wilayah Sulawesi Tenggara Akmal, menekan lembaga kontrol agar pengawasannya di tingkatkan lagi.

Baca juga -->  Menanggapi Terkait BUMDes Tanpa Ketua : Ini Tanggapan Kades Waworaha

“ Saya sangat miris dengan pembangunan tersebut dengan anggaran yang cukup besar, tetapi kurang di perhatikan oleh tim teknis/pengawas, yang juga tidak berada di lokasi, yang seharusnya memantau pekerjaan itu, agar meminimalisir kecurangan-kecurangan yang ada, “ tegasnya.

Untuk di ketahui, anggaran pembangunan Laboratorium Sekolah ialah mencapai senilai Rp.231,301,000,-

Laporan : Yusdar

Editor :Alpri

WARTAWAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.