Kepsek Smpn 1 Oheo Konut Sukses Ciptakan Kenyamanan Sekolah

Redaksi LiveFaktaNews.Co.Id

KONUT – Sejak menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) di SMPN 1 Oheo, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Halim sukses membawa beberapa perubahan. Padahal, dulunya sebelum pemekaran sekolah itu terlihat tak layak untuk siswa karena kenyamananan yang kurang memadai.

Melalui Dana Alokasi Khusus (Dak) Halim membangun 3 ruang kelas, Mess Guru, Toilet Siswa, Laboratorium dan Perumahan Dinas Guru.

banner 728x250
Kepsek SMPN 1 Oheo (Halim)

Dengan masing-masing anggaran Perumahan ialah Rp. 199 jt, dan perehapan Mess Guru juga berkisar Rp. 210 jt, dan Laboratorium Komputer mencapai Rp. 508 jt.

” Itu Mess sudah 20 tahun belum di rehap dan ini baru di rehap, ” terangnya. (29/10)

Baca juga -->  Wakil Bupati Konut Bersama Rombongan Lakukan Kunjungan Kerja di Desa Mandiodo dan Desa Tapuemea

Tetapi dari sebagian bangunan itu, baru mencapai 25% dan itu patut di apresiasi karena Halim (Kepsek) telah membawa perubahan dan patut di contoh oleh beberapa sekolah lainnya.

Pembangunan Yang Terbukti

Atas dasar itu, pertama ia berterima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konut Lapeha S.Pd MSi yang telah berupaya menyalurkan dana demi perubahan di sekolah itu.

” Saya berterima kasih besar kepada kadis saya, tanpa bantuan dia sekolah ini akan begitu-begitu saja dan tak ada perubahan, ” ucapnya.

Baca juga -->  Dukung Penerangan Jalan, Pemdes Amolame Kembali Programkan Lampu Jalan
Kadis Dikbud Komit (Lapeha S.Pd.MSi)

Yang kedua, ia juga berterima kasih dan mengapresiasi kepada Bupati Konut Ruksamin pada waktu itu, yang telah meratakan pembangunan yang mengutamakan dari daerah yang terpencil.

Bupati Konut (Ruksamin)

” Kalau ada yang bilang beliau tak punya pembangunan itu salah, karena beliau itu memulai dari daerah yang terpencil dulu,” katanya.

Maka di sisi lain, di tengah pandemik 117 siswa di SMPN 1 Oheo tidak menerapkan sistem pembelajaran seperti sekolah lainnya, karena siswanya yang tak cukup banyak.

” Jadi 1 kelas itu tidak ada yang shift, karena 1 kelas itu tidak cukup 20. Misalkan (1A) 15 siswa, (1B) 16 siswa karena kalau yang di shift itu yang di atas 20 siswa dalam 1 kelas, ” tutupnya.

Baca juga -->  Poros Muda Sultra Desak Polda Sultra Periksa PT. TBA di Konut

Editor : Muh. Alpri

WARTAWAN